Hukum melakukan banyak gerakan lain diluar rukun shalat

image

Assalaamu’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh…
Hai bro n sis…  Pernahkah kita mendengar ada suatu hadits yang mengatakan bahwa saat kita melaksanakan shalat, dan kita melakukan gerakan lain diluar rukun shalat lebih dari tiga kali, maka akan dapat membatalkan sholat kita. Nah… Bagaimana kebenaran hadits ini…? berikut jawaban dari ulama salaf.

Disunnahkan bagi seorang Mukmin untuk menyongsong shalatnya dan khusyu’ dalam melaksanakannya dengan sepenuh jiwa dan raganya, baik itu shalat fardhu ataupun shalat sunnah, berdasarkan firman Allah Ta’ala,
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.” (Al-Mukminun: 1-2).

Di samping itu, ia pun harus thuma’ninah (tenang dan tidak terburu-buru), yang mana hal ini merupakan rukun dan kewajiban terpenting dalam shalat berdasarkan sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam yang beliau sampaikan kepada seseorang yang buruk dalam melaksanakan shalatnya dan tidak thuma’-ninah, saat itu beliau bersabda, “Kembalilah (ulangilah) dan shalatlah karena sesunggunnya engkau belum shalat.” hal itu beliau ucapkan sampai tiga kali (karena orang tersebut setiap kali mengulangi shalatnya hingga tiga kali, ia masih tetap melakukannya seperti semula), lalu orang tersebut berkata, “Wahai Rasulullah, Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak dapat melakukan yang lebih baik daripada ini, maka ajarilah aku.” Maka Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda kepadanya,

إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلاَةِ فَأَسْبِغِ الْوُضُوْءَ ثُمَّ اسْتَقْبِلِ الْقِبْلَةَ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلاَتِكَ كُلِّهَا.

“Jika engkau hendak mendirikan shalat, sempurnakanlah wudhu’, lalu berdirilah menghadap kiblat kemudian bertakbirlah (takbi-ratul ihram), lalu bacalah ayat Al-Qur’an yang mudah bagimu, kemudian ruku’lah sampai engkau tenang dalam posisi ruku’, lalu bangkitlah (berdiri dari ruku’) sampai engkau berdiri tegak, kemudian sujudlah sampai engkau tenang dalam posisi sujud, lalu bangkitlah (dari sujud) sampai engkau tenang dalam posisi duduk. Kemudian, lakukan itu semua dalam semua shalatmu.” Dalam riwayat Abu Dawud di sebutkan,

ثُمَّ اقْرَأْ بِأُمِّ الْقُرْآنِ وَبِمَا شَاءَ اللهُ.

“Kemudian bacalah permulaan Al-Qur’an (surat Al-Fatihah) dan apa yang dikehendaki Allah.”

Hadits shahih ini menunjukkan bahwa thuma’ninah (tenang dan tidak terburu-buru) merupakan salah satu rukun shalat dan merupakan kewajiban yang besar di mana shalat tidak akan sah tanpanya. Barang-siapa yang dalam shalatnya mematuk (seperti burung) berarti shalatnya tidak sah. Kekhusyu’an dalam shalat merupakan jiwanya shalat, maka yang disyari’atkan bagi seorang Mukmin adalah memperhatikan hal ini dan memeliharanya. Adapun tentang batasan jumlah gerakan yang meng-hilangkan thuma’ninah dan kekhusyu’an dengan tiga gerakan, maka hal ini bukan berdasarkan hadits dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, akan tetapi ini merupakan pendapat sebagian ahlul ilmi, jadi, tidak ada dasar dalilnya.

Namun demikian, dimakruhkan melakukan gerakan sia-sia di dalam shalat, seperti menggerak-gerakkan hidung, jenggot, pakaian, atau sibuk dengan hal-hal tersebut. Jika gerakan sia-sia itu sering dan berturut-turut, maka itu membatalkan shalat, tapi jika hanya sedikit dan dalam ukuran wajar, atau banyak tapi tidak berturut-turut, maka shalatnya tidak batal. Namun demikian, disyari’atkan bagi seorang Mukmin untuk menjaga kekhusyu’an dan meninggalkan gerakan sia-sia, baik sedikit maupun banyak, hal ini sebagai usaha untuk mencapai kesempurnaan shalat.

Di antara dalil yang menunjukkan bahwa gerakan-gerakan yang sedikit tidak mebatalkan shalat, juga gerakan-gerakan yang terpisah-pisah dan tidak berkesinambungan tidak membatalkan shalat, adalah sebagaimana yang bersumber dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, bahwa suatu hari beliau membukakan pintu untuk ‘Aisyah, padahal saat itu beliau sedang shalat. Diriwayatkan juga dari beliau Shalallaahu alaihi wasalam, dalam hadits Abu Qatadah, bahwa pada suatu hari beliau shalat bersama orang-orang dengan memangku Umamah bintu Zainab, apabila beliau sujud, beliau menurunkannya, dan saat beliau berdiri, beliau memangkunya lagi. Wallahu waliyut taifiq.
Wassalaamu’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh
sumber :
( Kitab ad-Da’wah, hal. 86-87, Syaikh Ibnu Baz. )
http://www.alsofwah.or id

Posted from WordPress for Android Huawei Honor 3C

E-mail : nzahry27@gmail.com

Sportbike asal negeri Barongsai yang bisa jadi inspirasi modifikasi

image

Hai bro n sis… Pada tahun sekitar 1997~2000-an pasar otomotif tanah air terutama roda dua dibanjiri dengan produk-produk sepeda motor yang berasal dari negeri Cina. Datang dengan harga terjangkau dan desain yang memikat, menjadikan produk-produk asal negeri tirai bambu tersebut sempat booming dan menjadikan ATPM asal Jepang sedikit kalang kabut.

image

Meskipun kondisi sekarang produk-produk dari Cina tersebut mulai hilang dari peredaran ditanah air, namun sangat berbeda dengan kondisi di negeri asal mereka. Dari penelusuran yang ada ternyata produk-produk mereka bisa dikatakan sangat berkembang, bahkan beberapa produk mempunyai desain yang keren meskipun ada juga yang plagiat merk lain. Berikut beberapa contoh desain sportbike asal negeri tirai bambu tersebut, yang mungkin saja bisa menjadi inspirasi dari agan sekalian…

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Posted from WordPress for Android Huawei Honor 3C

E-mail : nzahry27@gmail.com

WJ110-IR Klonengan dari Honda CS-1

image

Hai bro n sis… Desain motor yang katanya karya anak bangsa sendiri pun ternyata aktualnya bisa di plagiat juga oleh produsen motor negeri lain. Salah satu contohnya adalah Honda CS-1 yang katanya dibuat oleh desainer lokal Indonesia. Di Cina pabrikan Wonjan Motorcycle pun meniru desain CS-1 ini untuk salah satu produknya yaitu WJ110-IR.

image

Secara desain body motor ini hampir sama dengan CS-1 yang sempat beberapa waktu lalu dijual di tanah air. Bedanya hanya didesain undercowlnya. Sedangkan untuk kapasitas dan kemampuan engine sangat berbeda. Jika CS-1 mempunyai kapasitas mesin 125cc sedangkan WJ110-IR ini hanya 106,7cc dengan kemampuan mengeluarkan tenaga 5,3 kW dan torsi 7,2 Nm.

Posted from WordPress for Android Huawei Honor 3C

E-mail : nzahry27@gmail.com